BST Jalan-jalan

Sabtu, 12 Juli 2014 yang lalu, saya mendapat undangan istimewa untuk hadir di acara talkshow dan diskusi buku ringan di MH FM Radio, Solo 92,1 MH. Jika ditanya, “Bagaimana perasaanmu?” tentunya saya sangat kaget bin haru. Pasalnya belum ada sebulan anak pertama saya lahir dan mejeng di toko buku, sudah mendapat berkah yang sangat indah.

2014-07-12 10.18.30

Speechless, mungkin itu istilah yang paling tepat ketika saya dihadapkan dengan mikrofon dan headset. “Oke, petualangan harus dimulai”, paling tidak, saya harus menyemangati diri sendiri dulu. Oya, agak sedih juga saat Pak Dansigit pamit, tak bisa hadir. Tugas Beliau yang ada di seberang lautan, tak mengizinkan untuk bertandang. Otomatis, saya yang mewakili Bintaro Spring Tide untuk muncul di permukaan. Novel pertama saya harus eksis😀

Diskusi ringan BST

Lalu tiba saatnya ketika pengalaman dan pengetahuan menulis saya serasa diuji, sesi tanya-jawab. Meski pertanyaan-pertanyaan umum yang dilontarkan para pendengar, namun rasanya kok ya seperti saat diuji saat ujian akhir? Ini dia beberapa pertanyaan yang sempat mampir di benak saya:
1. Tips menulis agar tidak kehabisan ide
>> Sebagai penulis, kita harus pintar-pintar menjaring ide. Siapa yang menolak jika terkadang ide itu berseliweran di kepala kita? Saat guru menerangkan ilmu, ketika nunggu lampu berubah warna, ketika makan sahur karena ingat mimpi semalam, atau saat ibadah? ups.
Nah, bagaimana caranya kita menjaring ide-ide itu biar tidak kabur dan meninggalkan kepala kita? Cara yang paling mudah adalah MENCATATNYA! Ada orang bijak mengatakan, “Tak ada yang abadi di dunia ini kecuali dokumentasi.” Catat saja ide itu di ponsel kalian jika tak ada kertas dan pena. Simpel ^_^

2. cara memecahkan icebreaking
>> Nah, ini nih hambatan menulis yang sering kali dikeluhkan, STUCK! Iya?😀
Saya punya 3 kunci untuk membuka pintu untuk keluar dari masalah ini, simak ya
a. jalan-jalan, biarkan inspirasi, pemandangan, dan udara segar masuk di kepala kalian. Tak usah jauh-jauh, cukup jalan kaki keliling kompleks saja. Siapa tahu dengan menyapa tetangga, inspirasi akan mengetuk pintu?
b. browsing, tulisan yang kita buat selain indah juga harus bermanfaat. Masukanlah banyak ilmu dalam tulisan kita.
c. dengarkan musik, cara ini sangat ampuh untuk mengobrak-abrik emosi kita. Misalnya kita ingin membuat cerita yang bersemangat, mainkan musik dengan irama menghentak. Jika ingin membuat cerita bernada mellow, cari musik yang iramanya pelan.

3. ending, apakah harus happy ending?
>> Biasanya memang pembaca suka dengan akhir yang bahagia, begitu juga penerbit. Tapi tak jarang pula cerita yang sad ending pun laris di pasaran. Ending cerita tergantung penulis, mau dibawa ke mana tulisannya? Kalau mau mengikuti pangsa pasar, hadirkan suasana senyum di akhir cerita. Namun jika kita ingin mengahdirkan cerita yang lain, aduklah emosi pembaca agar ikut larut dalam kesedihan yang kita ciptakan. Biarkan pembaca menghabiskan berlembar tissunya.
Jadi boleh saja sda ending, asal bukan bad ending ya. Apa bedanya? Mari didiskusikan🙂
kalau bad ending itu akhir yang buruk, bisa saja dalam cerita sad ending, ada tokoh favorit kita meninggal. Tapi kan lain ceritanya kalau di akhir bagian, tokoh utama kita yang membunuhnya. Tak ada pihak baik yang mau memberikan inspirasi pada pembaca untuk membunuh orang. Setuju?

4. Tips untuk tembus meja redaksi
>> Kalau yang ini, tanyakan langsung ke penerbit. Tema apa yang sedang mereka cari karena tiap penerbit pasti lain visi dan misi. Tentunya penerbit mencari naskah yang sevisi dan misi yang sejalan dengan mereka. Jika penerbit yang kalian tembusi menolak, jangan berkecil hati. Oper ke penerbit lain, jangan malu, malas, apalagi putus asa. Jika semua penerbit menolak, kalian perlu mengecek ulang isi naskah. Masih kurang greget di bagian mana? Konflik, setting, tokoh, EYD, atau kata-kata yang dipakai masih mubazir? Karena tak ada tulisan yang sempurna, yang ada hanyalah tulisan ULANG yang sempurna. Jangan malu merec=visi naskah kalian. Karena yang berkewajiban revisi tidak hanya mahasiswa tingkat akhir ^_^

Diam-diam, naskah saya juga sudah sering ditolak sama penerbit. Bintaro Spring Tide ini misalnya, sudah sekian banyak penerbit yang menolak higga saya harus merombak dari draft awal, dan akhirnya rezeki memang tidak akan salah masuk kamar asal kita mau berusaha.

Untuk pertanyaan yang lain, sudah kabur dalam ingatan. Untuk tips menulis yang lain, ada di kategori tips menulis kok. Jadi jangan takut kehabisan inspirasi dan tips ya ^_^

Bersama Mbak Azkiya, penyiar cantik bersuara merdu

Bagi yang belum punya Bintaro Spring Tide, cepetan dijemput di toko buku favoritmu ya. Jangan sampai kehabisan, soalnya dapat kabar jika di daerah Medan sudah sold out!

2014-07-12 11.31.26

Akhir kata, salam Bintaro Spring Tide

2 thoughts on “BST Jalan-jalan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s