Paragraf Pembuka

Sudah pernah mendengar jenis-jenis paragraf pembuka dalam sebuah karya(baik fiksi atau non-fiksi)?

Oke sedikit kita bahas untuk kali ini.

Paragraf terdiri dari beberapa kalimat. Kalimat pembuka adalah kunci yang penting dalam mendaptakan hati pembaca untuk melanjutkan membaca sampai selesai. Jika dalam hal ini gagal, kemungkinan besar tulisan anda akan digeletakkan. Atau, bila dalam sebuah kompetisi atau dikirim ke media, bisa jadi sudah dibuang oleh redaktur. Sampai disini anda sependapat? bila tak sependapat, tak perlu anda lanjutkan bacaan ini😀

Jadi sampai disini anda sudah punya tugas. Yaitu membuat pembuka yang memikat, bahasa rapi, terjaga, dan bagus. Bila sekarang anda bisa praktek, lakukan sekarang. Jangan tunda lagi. Sudah?

Lalu mungkin anda akan bertanya, bagaimana membuat “pembuka yang memikat, bahasa rapi, terjaga, dan bagus”? begitu kan? hayo ngaku😛

Samapi di sini, kreativitas anda sudah terpancing seharusnya. Anda harus mulai berfikir, sebab ini bukan ilmu pasti melainkan kreativitas masing-masing. Bisa jadi anda akan mampu membuat pembuka yang jauh lebih bagus dari lainnya.

Kurang “PeDe”? oke saya tuntun dan saya berikan tahapan pemahamannya.

1. Pahami jenis tulisan anda. Romance misalnya, buatlah kalimat yang menimbulkan efek dramatical yang tajam, atau sebuah kalimat “sederhana namun sangat mengena”.

2. Pikirkan pula judul, sebelum melangkah ke kalimat pembuka, judul adalah penentu yang lebih penting. (kita akan bahas di kesempatan lain, saya ingin membahas ini dulu supaya Nektarity bisa langsung praktek). Nah dalam poin ini, usahakan judul dan kalimat pembuka punya singkronisasi, karena bila orang tertarik akrena melihat judul karya anda lalu membaca kalimat pembuka yang terkesan melengceng, bisa jadi pembaca sudah kecewa. (Layu sebelum bercinta..eh berkembang)

3. Masih ingat dengan pelajaran waktu di sekolah? tentang kalimat aktif dan pasif? Saya lebih sering menggunakan kalimat pembuka dengan kalimat aktif. Alasannya sederhana, alam bawah sadar kita lebih mudah untuk memahami. Nggak percaya? coba saja.😀

4. Jangan ikuti guru SD. Eits… bukan mengajari durhaka sama guru lho😀
maksudnya begini, kalau saya jaman sekolah(waktu belanda masih ikut makan nasi di tempat kita) guru SD kalau mengajari mengarang cerita, pasti “Pada suatu hari, Ketika aku pergi berlibur, dan lain-lain”. Nah artinya hindari penggunaan kata tempat dan waktu. Bagi saya tidak kreatif, terkesan kaku. Kalaupun memang harus menggunakan, pilihlah diksi yang tepat. Misalnya “Pada suatu sore aku pergi ke pantai” maka bisa anda ganti dengan “Kereta senja mulai memasuki gerbang malam yang telah terbuka dan menjanjikan mimpi-mimpi bagi para penumpangnya. Meninggalkan darah jingga di atas tubuh lautan yang malas menari.”

Sampai disini ada gambaran? Silahkan praktek🙂

Apaaaaaa? :O
Belum ada gambaran? :O

oke, saya kasih beberapa jenis-jenis paragraf pembuka🙂
(baik banget kan gue…)

Paragraf pembuka dengan Ringkasan:
Contoh:
Walaupun dengan tangan buntung, Pak Saleh sama sekali tak merasa rendah diri bekerja sebagai tukang parkir di depan kampus itu.

Paragraf pembuka dengan Bercerita:
Contoh:
Anggota Reserse itu melihat dengan tajam ke arah senjata lelaki di depannya. Secepat kilat ia meloncat ke samping dan menendang lawannya sambil menembakkan pistolnya. Dor… Preman itu tergeletak sementara orang tercengang ketakutkan menyaksikan adegan yang sekejap itu.

Paragraf pembuka dengan Kutipan
Contoh:
“Saya lebih baik tetap tinggal di penjara, dibandingkan bebas dengan pengampunan. Apanya yang diampuni, saya kan tak pernah bersalah,” kata Sri Bintang Pamungkas ketika akan dibebaskan dari LP Cipinang.

Tapi ingat! Hati-hati dengan kutipan klise:
“Pembangunan itu perlu untuk mensejahterakan rakyat dan hasil-hasilnya sudah kita lihat bersama, ” kata Presiden SBY di depan massa Partai Demokrat yang melimpah ruah.

Paragraf pembuka dengan Pertanyaan:
Contoh:
Untuk apa latihan menulis? Memangnya bisa kaya? begitulah kata Bapak ketika aku menjawab tanya beliau.

Paragraf pembuka dengan Menuding:
Contoh:
Saudara mengira sudah menjadi orang yang baik di negeri ini. Padahal, belum tentu. Pernahkah Saudara naik jembatan penyeberangan kalau melintas di jalan? Mungkin tak pernah sama sekali. Saudara tergolong punya disiplin yang, maaf, sangat kurang.

Paragraf pembuka dengan Penggoda:
Contoh:
Bagaimana cara mudah mengontrol karyawan Anda. Gampang. Berikanlah hadiah Blackberry. Otomatis karyawan Anda tak bisa sembunyi dari pantauan Anda. Kok bisa?

Paragraf pembuka dengan Nyentrik:
Contoh:

Sebab hari meledak pada pukul 12 siang, hari mati pada pukul 12 malam.
Pukul 12. Angka 12

Pukul 12 siang, pada sebuah kantor. Menunggu lift tiba di lantai ini, lantai 12. Waktunya rehat siang para pekerja.

Maxmimum 12 person, begitu tertulis di atas pintu lift. Saya menunggu dengan 12 orang lainnya.

Dan masih banyak jenis-jenis pembuka, bahkan anda bisa meciptakan jenis sendiri, ada kemungkinan bila anda terus berkreativitas.

2 thoughts on “Paragraf Pembuka

  1. Bantuan kaka lwat email menyulitkan ku ….
    Mungkin kaka bisa membantu lwat ini
    087756253125
    Mkasih ….. 【°◆°】

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s