Parafrase puisi-Monumen Bambu Runcing

Monumen Bambu Runcing – Wiji Thukul

monumen bambu runcing
di tengah kota
menuding dan berteriak merdeka
di kakinya tak jemu juga
pedagang kaki lima berderet-deret
walau berulang-ulang
dihalau petugas ketertiban
semarang, 1 maret 86
                                                                                                                                                                                               

Monumen Bambu Runcing

monumen bambu runcing (tua yang terletak)
di tengah kota (tua ini)
(masih tetap berdiri tegak, meski sendirian dia terlihat) menuding dan berteriak (lantang,) (“)merdeka(”!)
(di sana,) di kaki (monumennya)nya tak jemu juga
(para) pedagang kaki lima (yang) berderet-deret (di sepanjang jalan.)
walau(pun) berulang-ulang (mereka)
dihalau petugas ketertiban (semangat mereka tak jua padam.)
semarang, 1 maret 86

 

by. Aila Nadari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s