Ketika Penyesalan (Benar2) Datang di Akhir Cerita

Aku memang si tukang cerita. Penikmat kata. Peredam panas lahar makna. namun tak jua segala bumbu bisa kumasukkan dalam satu adonan. Haruslah dipilah sesuai rasa.

Ketika konsumen memesan roti. Tak mungkin kuberi ia resep puding. Bisa bangkrut etalaseku ini. Tak lagit lagi adonan yang teraduk dalam panci bernama kepercayaan.

Huft, emang segalanya harus ada juang. Tak bisa dapat hanya dengan ucap kata.

Jika boleh kupintal harap, semoga tak ada raut warna kecewa dalam pola wajahnya.

Ketika sesal (benar2) di akhir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s