Yang Bertumbangan di Jalan “Menulis”….

Jika ada keajaiban dunia kesembilan, maka “menulis” adalah salah satunya.
Banyak yang ingin berkecimpung dalam dunia ini. Mungkin awalnya karena keterpesonaan dari penulis idolanya, motivasi dari sang guru, sahabat, teman, orangtua atau karena kesadaran dirinya sendiri. Namun, ini bukan simsalabin, lalu semuanya berubah dalam satu malam.

Tidak ada jalan pintas untuk menjadi penulis. Sekalipun dirimu mampu menulis sebuah cerpen, novel, artikel, atau buku yang baik, belum tentu serta-merta orang-orang menasbikan dirimu sebagai penulis yang pantas diteladani.

Ini adalah sebuah pilihan hidup, lebih tepatnya Anda mendedikasikan diri secara keseluruhan dalam mengarunginya. Walaupun belum tentu Anda akan 100 persen berprofesi sebagai penulis, tapi dalam merintis sebuah jalan di ranah ini (menulis) Anda wajib dituntut untuk menyatukan antara kapasitas diri, integritas, idealisme dan keberuntungan.

Untuk bisa menulis yang baik itu perkara yang mudah. Namun membangun kridebilitas dan integritas sebagai seorang penulis, inilah “keajaiban dunia kesembilan” yang sukar untuk dibangun. Mengapa harus integritas?
Karena menulis adalah sebuah kejujuran, perjuangan nilai-nilai, idealisme, dan harga diri. Bukan satu dua orang yang berambisi menjadi penulis, lantas melakukan pembohongan, manipulas, plagiat dan tindakan kotor sejenisnya, sangat cepat orang-orang melupakannya dan mencapnya sebagai pecundang. Tamatlah sudah riwayatnya.

Membangun integritas sebagai seorang penulis bukan semudah menggesek lampu aladin. Ini butuh waktu berbilang tahun, kerjakeras, kesabaran, keuletan, dan daya juang yang setangguh baja. Jika Anda mampu melalui jalan ini, semuanya terbentang luas dan akan menjadi lebih mudah. Dan, dunia pun akan mengabadikan namamu dalam tinta emas sejarah. Jadilah penulis yang berintegritas, jujur dengan hati nurani, menyelaraskan antara tulisan dan tindakan, dan berbuat baiklah kepada sesama. Karakter seorang penulis akan mempengaruhi tulisannya, namun kejujuran dan kepeduliannya yang akan menaikan integritasnya.

(*Ingatlah baik-baik: Uang, popularitas, dan “pengakuan” bisa menjadi musuh yang mampu memupuskan keinginanmu untuk membangun integritas menjadi seorang penulis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s