Mengapa Cerpen Kamu sering Ditolak dan Ditolak lagi…?

Mengirimkan cerpen ke majalah atau koran harus punya strategi yang jitu, selain tentunya kualitas cerpen yang sudah sanggup bersaing. Sehingga pengalaman paling menjengkelkan ditolak dan ditolak lagi bisa dihindari.

Ada beberapa trik sakti untuk tembus koran/majalah.

 

  1. Jika kamu belum punya “jam terbang” alias belum ada cerpennya yang dimuat, coba awali dengan langkah kanan, kirim cerpen kamu ke koran/majalah daerah yang ada rubrik cerpennya. Ini utk membangun kesiapan mental dan karya kamu sebelum bertarung ke level yang lebih tinggi.
  2. Pelajari model cerpen yang layak dimuat di koran/majalah yang ingin kamu bidik, cara paling mudah adalah baca minimal 5 edisi terbaru cerpen yang sudah diterbitkan di koran/majalah tersebut.
  3. Khusus untuk majalah/tabloid, ketahui dengan jelas segmen pembacanya, karena majalah/tabloid hanya akan menerbitkan cerpen yang pantas dan cocok dengan pembaca mereka. Misalnya Majalah Kartini untuk segmen wanita dewasa metropolitan, tulislah cerpen yang tokoh utamanya adalah wanita karier atau ibu muda dengan tema tentang permasalahan yang sering mereka hadapi. Begitu juga ketika kamu mau kirim ke Majalah AnekaYess, tulis cerpen remaja, untuk Majalah Gadis ya, tentang dunia remaja cewek, Majalah Ummi tentang kehidupan dunia wanita dengan memegang prinsip keislamanan yang baik, Majalah Bobo untuk cerita anak, dan sebagainya. Jangan sampai cerpenmu salah kirim, misalnya cerita anak dikirim ke Majalah Story, dan cerita si cewek unyu dikirim ke Majalah Hai yang cowok banget itu.
  4. Usahakan untuk rutin mengirimkan cerpenmu, paling tidak dalam satu minggu ada satu cerpen yang kamu kirimkan untuk satu majalah yang sedang kamu bidik. Makin sering redakturnya baca cerpen kamu, semakin kenal deh dengan karya-karya kamu itu.
  5. Untuk koran, masa tunggu cerpen dimuat antara 2-3 bulan, sedangkan majalah bisa sampai 6 bulan. Jika setelah masa itu cerpen kamu tidak dimuat juga, kamu berhak menarik cerpennya lalu mengirimkan kepada koran/majalah lain yang cocok dengan cerpen kamu itu.
  6. Perhatikan syarat penulisan: Standar penulisan: kertas A4, 2 atau 1,5 spasi, font TNR/Cambria/Cilibri ukuran 12 khusus untuk judul 14 dan ditebalkan, margin 3 cm semua sisi atau 4, 4, 3, 3 cm (atas, kiri, kanan dan bawa), ketahui berapa halaman maksimal cerpennya untuk koran nasional umumnya antara 3-6 halaman spasi 2, majalah antara 8-12 halaman spasi 2.
  7. Perhatikan kelengkapan naskah: surat pengantar (kalau lewat email tulis di inbox email), biodata usahakan mencantumkan semua prestasi menulis yang pernah kamu raih, alamat lengkap, nomor kontak, nomor rekening bank, email, akun FB, blog dan sebagainya. Untuk pengiriman melalui surat, lampirkan juga fotocopy kartu identitas yang masih berlaku serta surat pernyataan keaslian karya.
  8. Bersabar dan terus berkarya walau cerpennya belum berhasil dimuat.
  9. Jika berhasil dimuat, jangan cepat putus asa tapi kembangkan terus kreativitas menulismu.

 

sumber  www.writing-revolution.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s