UTS #2-Perpajakan II

Hari kedua, ujian Perpajakan II, di tempat dan waktu yang serupa.

Tentu saja diawali dengan berdoa. Sejak mengunci pintu kost, lalu berjalan melewati sengatan Matahari yang ganas. Akhirnya sampai juga di Gedung G, tempat ujian dilaksananan. Sebenarnya tak seluruh kelas ada di sana. Tapi hanya enam kelas saja. Sudah aku ceritakan di edisi sebelumnya kan, kawan?

Adem. Kata pertama yang menyapa semenjak menginjakkan kaki. Sedikit menarik napas panjang (lagi), sebuah rumus agar tak terlalu gugup saja🙂. Di sebuah titik, tergambar segerombol kawan tengah patungan kata. Pasti dengan tema pajak. Ya iyalah…. #hammer.

Duduk sebentar sambil meletakkan tas. Berdoa lagi. Benar-benar tak mau melewatkan sekelumit waktu untuk menyebut nama-Nya. Mungkin juga agar lebih tenang. Berharap pertolongannya nanti. Karena setelah kesulitan pasti ada kemudahan.

Ah, sudahlah. beberapa menit sebelum ujian. Lebih baik kugunakan waktu ini untuk menenangkan diri. Pun jika aku belajar lagi, pasti takkan banyak informasi yang bisa kuserap. Mencoba berprasangka baik terhadap proses belajar semalam. Benar saja. Meski aku telah berkeliling ruangan, tak ada segores ilmu yang bisa kudapat. Alih-alih info, aku malah bingung dengan percakapan mereka.

Kembali mengistirahatkan punggung. Berkeliling pandang. Dan kutemukan sebuah potret apik. Ternyata pengawas ruangan kali ini adalah Pak Satpam. Aduh…. Aku hapal beberapa wajah satpam-satpam yang menjaga kampus. Semoga mereka tak membawa pentungan. Atau membentak peserta dengan suara meninggi. Ah, sudahlah. Mencoba fokus.

Ujian. Petugas hari ini lebih sigap daripada yang kemarin. Kami langsung mendapat soal dan lembar jawab. Tanpa menunggu lebih lama, kumulai dengan mencoret bagian biodata. Lalu berlanjut di garis tepi dalam lembar jawab. Kemudian mendaki soal demi soal. Berharap yang kupelajari ada di dalamnya.

“Tuhan, mudahkanlah… tingal beberapa soal lagi dan ini akan selesai….”

Iseng kudongakkan kepala. Pegel sekali bagian leher dan pundak. Mungkin karena terlalu lama menunduk hingga saraf-sarafnya capek. Eh, kutangkap sesosok tubuh berjalan maju. Lama kupandangi. Kukira dia mau ke toilet. Tapi ternyata dia nambah kertas lagi!

Astaga…. Apa yang dia tulis? Bukankah untuk bagian PG sudah ada lembar jawab tersendiri? Sedangkan untuk soal essay aku hanya menghabiskan satu lembar folio. Karena memang sedikit untuk bagian penghitungannya. Apa dia mencantumkan dasar hukumnya? Apa dia menulis UU-nya atau PMK-nya? Atau….

Tak hanya satu mahasiswa yang menambag kertas, ada beberapa lagi yang beranjak posisi. Dari pojok sana, sana juga ada. yang sebelah sana juga ada. Aih…. Sudahlah ya. Yang penting bisa menyelesaikan semmapuku sajalah. Semangat, Ai…!

Beberapa menit kemudian, akhirnya selesai juga. Ngantuk berat. Tak tahan rasanya. Jika masih berada di dalam ruangan pun pasti aku takkan melakukan apa-apa. Bosan, pasti. Jadi, lebih baik aku keluar dan melepas segala penat yang terantuk. Yeah….

Berusaha mempererat jabat tanganku dengan Manajmen Keuangan.

2 completed, 6 remaining.

Pokoknya nggak  boleh malas. Apapun yang terjadi. Keep spirit till the end ^^9

Kau masih mendoakan kami kan, Kawan?

 

8 Mei 2012

Gedung G, Kampus STAN

2L Akuntansi

 

Aila Nadari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s