WR, Tolong Semaikan Semangatku

Ambisi. Mungkin itu kata yang  tepat bagi saya selama ini. Ingin sekali mengasah kemampuan tulis-menulis dalam wadah yang lebih pasti. Tentunya tak sedikit orang yang sudah saya ajak berdialog tentang karya sastra yang satu ini. Apalagi background  saya yang saat SMA dulu ada di bangku kelas bahasa.

Menjadi seorang  penulis-akuntan adalah kata pertama yang  tergambar jelas dalam sketsa pagiku. Menemukan blog WR secara tidak sengaja pun seolah menjadi langkah awal yang benar-benar  indah. Secara singkat saya ngobrol dengan Presiden WR, Pak Joni.Dan dalam waktu yang  tak kalah singkat, WR telah mendapat tempat khusus di hati dan hidup saya. Memancangkan pasak WR di dalam tarian jemari setap hari merupakan hal yang membuat saya kembali hidup setelah sekian lama “mati suri”.

Menulis, kini laksana udara  bagi saya. Takkan bisa saya hidup tanpa menulis.  Sama seperti teori bahwa “remaja adalah waktu bagi seorang manusia untuk mencari jati diri”, dan saya yakin inilah jalan yang tepat bagi saya. Betapa yakinnya saya setelah sah menjadi warga WR.

Hal yang ingin saya lakukan untuk yang kesekian kalinya yaitu melihat senyum bangga dari orang-orang terkasih. Dan saya yakin, salah satu jawabannya ada di WR. Tak sabar rasanya “menyetorkan” buku pertama saya pada mereka. Satu hal lagi, saya ingin tahu bagaimana rasanya berteriak pada seluruh pengunjung  toko buku, “Ini buku saya!” ,agak narsis memang tapi itu adalah hal yang indah untuk saya bayangkan.

Kini bukan kata apakah yang akan saya tanyakan melainkan kapan. WR, tolong semaikan semangatku.

 

Aila Nadari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s