Mudah Membuat Ide

Dalam waktu 60 menit saja, dengan cara berpikir sebagaimana dalam tulisan ini, sekelompok mahasiswa STAN berhasil membuat 1.000 gagasan tentang perbaikan birokrasi, pada hari Minggu 29 April 2012 kemarin.

Kemajuan dunia ditentukan oleh ide-ide. Ide manusia terbang menghasilkan pesawat. Ide berbicara jarak jauh menghasilkan telepon. Ide menghubungkan dunia menghasilkan internet. Dan seterusnya.

Kemajuan dunia diawali dengan pikiran yang terbuka atas segala kemungkinan.

Mitos Tentang Kreativitas

Kemampuan menghasilkan ide membutuhkan kreativitas. Tapi sayangnya kreativitas tidak mudah didapatkan. Tidak semua orang bisa kreatif. Itu katanya.

Jika mendengar kata kreatif, kita sering menghubungkannya dengan kemampuan musik, menari, atau melukis. Itu juga kreatif, tapi kreativitas seni.

Kreativitas itu mencakup menghasilkan ide untuk memperbaiki mutu kehidupan. Namun sering, kreatif dipahami sebagai asal berbeda. Kalau sebuah pintu biasanya berbentuk persegi panjang, lalu diubah menjadi segi tiga, itu dianggap kreatif. Itu sama dengan biasanya celana dalam dipakai di dalam, lalu dipakai di luar. Itu bukan kreatif. Itu hanya asal beda. Poin penting dari kreatif adalah menciptakan nilai baru. Bukan asal berbeda.

Kata Acak

Biasanya untuk menghasilkan ide, kita perlu menyendiri, mendengarkan musik baroq, atau mendengarkan gemercik air hujan.

Tapi itu sudah kuno.

Saat ini, menghasilkan ide bisa dilakukan oleh siapapun secara mudah dengan menggunakan piranti kata acak.

Begini caranya:

1.Tetapkan tujuan: Anda ingin menghasilkan ide di area mana? Misal, “saya ingin menghasilkan ide tentang jenis acara baru di kampus”.

2.Cari satu kata benda secara acak, misal payung, seterika, kertas, dll. Bisa menggunakan bantuan kamus, atau apa saja.

3.Transfer konsep dari kata benda tersebut ke tujuan yang telah ditetapkan tadi. Luangkan waktu untuk berpikir, kuncinya. Maksudnya? Lihat contoh aja kali ya..

 

Contoh:

Tujuan “menghasilkan ide tentang acara kampus yang baru”.

Ambil kata acak, misal “payung”.

(dalam hati) : payung itu punya konsep bisa menguncup bisa membuka, ada jari-jarinya, melindungi hujan, dan seterusnya.

Dari konsep kata acak tersebut, ditransfer ke konteks tujuan tadi, yaitu ide acara kampus.

Misal:

– buat acara yang memayungi seluruh organisasi kemahasiswaan;

– acara dilaksanakan saat musim hujan saja;

– bikin pelatihan membuat payung;

– pentas tari payung;

– kegiatan sehari buka sehari tutup;

– buat acara berhadiah payung;

– acara tour ke Jepang atau keraton, kan mereka suka pakai payung;

– dan seterusnya.

 

Jika dilanjutkan maka akan tercipta kemungkinan ide yang tidak terbatas. Hasil pemikiran Edward de Bono ini, secara dramatis dapat membantu terbukanya pikiran akan kemungkinan baru yang ternyata demikian luas. Kreativitas adalah tentang kemungkinan.

Selamat berkreasi!

http://www.sekolahstrategi.com/?p=11

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s