DISKUSI KAMPUNG WR 09 (edisi 15 April 2012)

Pemateri : Joni Lis Efendi WR

Apakah kamu masih mengalami kesulitan, kendala, tantangan, hambatan, dan frustasi ketika menulis?

Nah, untuk memudahkan semua warga mendapatkan ilmu tentang dunia kepenulisan terutama bagi yang tidak ikut menyimak diskusi tersebut, maka dari itu, saya mengumpulkan ulasan diskusi tersebut disini. Lengkap dengan pertanyaan dan jawabannya.

Ayo, mari membaca, agar kita bisa melakukan perbaikan-perbaikan dalam tulisan kita ketika menulis.

Inilah pertanyaan dan jawabannya. selamat menikmati ilmunya…..

1. Kaimas Bunshi:
Tanya: macet di tengah jalan,.ide ilang gitu aja.
Jawab: matangkan dulu idenya sebelum menulis, jangan terburu-buru menulis ide yg belum tergarap dgn baik, biasanya akan sering mogok di tengah jalan.

2. Miranti Kencana Wirawan
Tanya: pp, saya bingung enaknya nulis yang jurnal dari diary urutan dlm bukunya bagaimana?
Jawab: ini maksudnya jurnal apa ya?
Kalo jurnal itu identik dgn karya tulis ilmiah. Kalo diari, urutannya bisa berdasarkan kronologis (waktu) supaya lbh mudah menyusunnya dan pembaca akan lbh mudah memahami alur ceritanya.

3. Win Cahaya
Tanya: aku coba bikin cerpen anak-anak, aku suruh temenku untuk baca. kata
temenku paragraf pembukanya kurang greget. PP, gimana caranya biar
paragraf awal bisa menarik? (cerpen anak kan pendek. aku liat 1 buku sama dgn 1 cerpen remaja/dewasa. sekitar 1000-1500 kata)
PP, kalo nulis terus alurnya maju-mundur-maju-mundur-maju, boleh?
Jawab:Paragraf pembuka adalah kunci utk menarik perhatian pembaca, usahakan membuat “hentakan” dalam paragraf pertama dengan menuliskan sesuatu yg paling menarik dari cerita
tsb. Untuk cerita anak, paragraf pertama usahakan melibatkan tokoh utamanya dan langsung masuk pada inti cerita. Nah, setelah itu dikembangkan lagi utk menerangkan mengapa sampai terjadi hal seperti itu.
Untuk alur campuran: maju-mundur-maju dst itu gak masalah yg penting plotnya saling berkaitan.

4. Anisashadrina Mikeynina Stevaniewifesa
Tanya: Aq bingung membangun karakter yg greget.
Jawab: Perdalami dulu latar belakang tokoh ceritanya, buat riwayat hidupnya mulai dari tempat lahir, daerah asal, kesukaannya,pekerjaannya, hubungannya dengan keluarganya yg lain, siapa temannya, sahabatnya, pacarnya atau apapun yg berkaitan dgn dirinya; rambutnya, gaya bicaranya, jalannya, dsb. Semakin detail dan dalam, maka kamu akan semakin kuat menggambarkannya dalam cerita nanti.
Tidak semua latar belakang tokoh itu akan masuk dalam cerita, tapi ini akan sangat membantu kamu menggambarkan karakternya. Sederhana saja, dalam kehidupan nyata kamu akan sangat mudah menggambarkan karakter dari sahabat karibmu yang sudah akrab bertahun-tahun. Sedangkan utk
menggambarkan sosok orang yg baru beberapa hari kamu kenal akan terasa sukar menceritkan karakternya secara detail karena kamu belum tahu banyak tentang latar belakangnya.

5. Ida Silvia
Tanya: Menurut pembaca setia cerpenku(misua :D), karakter tokoh yang kuciptakan kurang kuat. Apa
karena keterbatasan jumlah halaman ya? Kalau cerpen kan cmn 8-10 halaman, kadang bahkan hanya diminta 3 atau 4 halaman. Kalau novel kan bisa diatas 100halaman jadi lebih mudah menjelaskan karakter tokoh lebih detail. Ada saran PP, agar karakter tokoh bisa tergambar jelas sekalipun terbatas jumlah halaman?
Jawab: Mbak Ida: sudah PP jawab di atas ya.

6. Zahara Putri
Tanya: PP aku ada kendala, aku gak bisa buat cerpen yang bikin pembaca langsung wow dan larut dalam tulisanku. Tulisanku, cerpenku itu datar PP.

Pengen banget nembus media tapi sulit.. Sulit sulit…. Sudah terbayang aku gak bisa. Buat tenlit
juga sulit. Kenapa kalo buat cerpen terutama kalo berpikir bahwa cerpen itu ingin aku kirim ke media justru malah kesulitan dan mandeg ide.
Jawab: Harus sering latihan dan baca cerpen penulis2 beken… pelajari cara mereka menyusun cerita, mengatur plot (pengaturan ketegangan cerita), konflik dan ending… baca berkali-kali sampai paham dan mengerti… harus banyak latihan. Lalu, tulis cerpen yg berbeda.

7. Nurul Kartikaningsih
Tanya: Saya masih kesulitan membuat kalimat2 indah yng sarat makna.
Jawab:Banyak membaca dan sering latihan menyusun kalimat-kalimat indah dari kata-kata baru. Membaca dan sering latihan adalah kuncinya. Dan, usahakan menulis kata yg berbeda utk menggambarkan maksud yg sama.
COntoh:
Anto makan nasi. (kalimat biasa)

Gerahamnya berderit malas dan tatapan matanya lesuh melihat piring yang hanya berisi nasi putih, dingin dan hampir basi. Pelan-pelan Anto menelan kunyahannya, kerongkongannya serasa menelan gumpalan duri. (kalimat indah dengan beberapa kata metafora).

8. Lestari Sibarani
Tanya: membuat konflik biar ceritanya wow sulit sekali.
Jawab: Konflik adalah pertentangan antara keinginan tokoh dengan realita yg terjadi dalam cerita, makin besar dan berat pertentangan yg harus dihadapi tokoh cerita maka semakin tajam konfliknya.

Utk mempertajam konflik benturkan tokoh cerita dg pilihan2 sulit yg bertentangan dg
keinginannya, nah kemudian giring tokoh tsb utk menyelesaikannya.

9. Ukhti Wien
Tanya: PP Joni, berbicara tentang plot, idealnya plot dalam cerita itu seperti apa yah? dari konflik ke ending yang tidak terkesan singkat namun juga tidak terkesan bertele-tele.
Jawab:
Plot adalah kaitan satu peristiwa dgn peristiwa lain yg ada hubungan sebab-akibat… plot yg menarik harus menghadirkan ketegangan dan denyut cerita yg menyentak yg hal ini sampai pada puncaknya (klimak konflik) dan kemudian mengendur (anti klimaks) sampai kepada penutup (ending). Batasi deskripsi yg berlebihan supaya plotnya tdk bertele-tele…

10. Eries Dhycohianessa Mahdiani
Tanya: keluhan saya sulit memulai kalimat pembuka yang berkesan dan menarik .
Jawab: Kalimat pembuka sebenarnya gampang banget. Masukan judul atau satu dua kata judul sbg kalimat awal, bikin sentakan dengan kata-kata yg punya powerful.
Contoh: Judul: Lelaki Pilihan Ibu

Tatapan lelaki itu membuat aku muak. Tak ada keramahan apalagi kelembutan dalam sorot matanya, yang seakan-akan menelanjangiku sebagai perempuan murahan. Jika bukan karena Ibu, tentu aku sudah meludahi ketidaksopanannya itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s