Kiat Jitu Menembus ANTOLOGI

Apa sih Antologi?
Antologi itu pada intinya adalah buku berisi kumpulan karya bisa satu atau beberapa penulis. Isi Antologi bisa beragam : cerpen (fiksi dan non-fiksi), puisi, dan lain-lain.

Kalian pasti sering melihat betapa banyak lomba/seleksi menulis/audisi penulis atau apapun istilahnya yang ujung-ujungnya akan membukukan karya peserta (dan atau pemenang).

Lalu apa alasan kita mengikutinya?
Tertarik dengan hadiahnya? Tertarik karya kamu dibukukan? Hanya ingin menguji nyali menulismu? Anggap sedang mengasah kemampuan menulismu tanpa memburu hadiah?

Tapi ternyata… menembus Antologi itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Selain saingannya banyak, ada beberapa faktor yang menentukan keberhasilan kamu dalam mengantar karya kamu lolos seleksi.

1.     Saat memilih Antologi yang sesuai.

– Pastikan tema yang diusung pada lomba tersebut adalah benar-benar tema yang kita minati. Selain itu pintar-pintarlah memilah dan memilih lomba yang akan kita ikuti. Jangan tergiur hanya dengan iming-iming karyamu akan dibukukan namun kamu harus membayar sekian rupiah. Ih… nggak banget deh!

– Perhatikan siapa pihak Penyelenggara Lomba Antologi itu. Tak ada salahnya menunggu dan mengamati peserta lain yang sudah mengirim. Apakah ada keluhan atau sesuatu yang menunjukkan ketidakberesan.

Lihat tujuan Antologi itu diadakan. Apakah untuk amal, sumbangan, apakah Antologi tersebut berupa kumpulan karya sekian penulis yang memberi honor pada para penulisnya atau tidak. Pastikan semua itu tercantum jelas, tidak meragukan dan ada pertanggungjawaban dari penyelenggara. Jika semua aman dan telah dipahami benar, mulailah menulis.

2. Saat menulis.

–     Sesuaikan tema.
Tidak harus menguasai suatu tema untuk menulis, namun jika kita menulis sesuai arah tema yang diinginkan oleh Penyelenggara. Maka karya kamu dijamin aman dan akan mudah menembus tahap selanjutnya. Mungkin kita memang perlu berpikir keras untuk menciptakan ide yang unik agar karya kita lolos, karena sekian jumlah peserta yang mengangkat tema yang sama. Namun selalu ingat bahwa banyak ide menarik adalah justru hal yang biasa-biasa saja.

–          Sesuaikan format.
Menulislah sesuai dengan format yang diinginkan Panitia. Jenis huruf, Jarak baris, dll. Jika panitia tidak menjelaskan, tanyakan! Jika tidak memungkinkan untuk menanyakan, gunakan huruf standar Times New Romans ukuran 12 dengan jarak baris 1,5 dan ratakan kanan-kiri naskahmu. Jangan membuat hurufmu beranekaragam dan berwarna-warni, karena hal itu bukannya akan menarik perhatian Panitia, tapi justru membuat mereka sakit mata!
Meskipun tidak berpengaruh pada penilaian isi karyamu, namun Panitia akan membaca dengan lebih senang hati karya yang rapi dibanding karya yang berantakan. Itu pasti berpengaruh juga pada peluangmu lolos ke tahap berikutnya.

–          Sayangi karyamu.
Mudah saja untuk menunjukkan bahwa kamu menyayangi karyamu. Beri nama penulis di bawah judul naskah. Lalu simpan naskahmu dalam nama file yang mudah dan benar. Ingat, pesertanya bukan hanya kamu. Simpan naskahmu dalam nama yang simple namun tak akan membuat juri kehilangan naskahmu setelah didownload, yaitu : Judul Naskah_Nama Penulis.

3.      Saat mengirimkan naskah.

– Biasakan menulis pengantar singkat. Contoh :

Kepada Yth. Panitia

Dengan ini saya lampirkan naskah saya untuk lomba bla-bla-bla,
Terima kasih.

Jangan sekali-kali menunjukkan sikap sembarangan kita dengan menulis pengantar seperti :
Mbak panitia… ini cerpenku harus lolos lho! Kalo nggak dilolosin aku mau masuk sumur! ^^

*tepok jidat… emang siapa lo?

–          Tuliskan subjek pada email dengan ketentuan Panitia atau sesuaikan dengan isi naskahmu. Misal : subjek _ puisi cinta, subjek _ cerpen Nessa Kartika, dll. Karena pesertanya pasti bukan hanya kamu, ada kemungkinan email tanpa subjek akan dilewati oleh Panitia. Sayang kan?

–          Setelah naskahmu rapih, tak ada salahnya mengecek sekali lagi sebelum meng-klik send. Supaya tidak perlu bagimu mengirim ulang naskah. Sekali lagi, pesertanya bukan kamu. Kalau kamu merepotkan panitia karena mengirim email berkali-kali karena ketinggalan ini-itu, jangan harap karyamu akan dilirik panitia.

4.      Saat menunggu pengumuman.

Hanya bisa bilang : sabaaaaar…
Jangan merepotkan Panitia dengan pertanyaan-pertanyaan yang tidak perlu dan terkesan mendesak. Salah-salah kamu malah di-blacklist… XDXD. Panitia sedang menyeleksi, Okay? J Lupakan aja sementara, cari lomba lain, menulis lagi, dst.

Segitu dulu kiat-kiatnya dariku yah… silakan kalau ada yang mau ditanyakan

One thought on “Kiat Jitu Menembus ANTOLOGI

  1. Ping-balik: Antologi | Nurita Putranti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s