Hambatan dalam Menulis & Cara Mengatasinya

  1. Berpikir bahwa Menulis adalah Hal yang Sulit.

Menulis memang sulit, dan tentu saja menulis memang sulit, bagi yang berpikir demikian. Padahal bila kita berpandangan sebaliknya, menulis akan terasa ringan dan mudah. Kita tinggal menggerakkan jari-jari di atas tuts keyboard, atau mencoret2 di atas kertas. Semakin terbiasa kita,  semakin lincah dan mahir kita melakukannya.

Mengubah paradigma adalah hal pertama yang harus dilakukan untuk menjadi seorang penulis handal, yang produktif dalam berkarya.

Menulis hanya membutuhkan 1% bakat, dan selebihnya adalah kemauan kita dalam berusaha, berusaha dan selalu berusaha!!!

 

  1. Kebiasaan Malas & Menunda-nunda.

 Kebiasaan kedua yang harus kita hancurkan adalah kebiasaan malas dan menunda-nunda waktu. Bagi penulis pemula, ide tidak muncul setiap waktu. Karenanya, menunda-nunda pekerjaan menulis mengakibatkan hilangnya kesempatan mereka dalam berkarya.

Saat ide tersebut datang, segeralah ambil pena dan kertas dan mulailah menulis. Jika tidak memungkinkan, catat ide-ide global yang menjadi kata kuncinya. (kita bisa menuliskannya di HP, misalnya).

Jadwalkan waktu satu-dua jam sehari untuk menulis. Berkomitmenlah pada diri sendiri untuk menepatinya.

 

  1. Berpikir bahwa Kita Tidak Cukup Kompeten.

 Karena keterbatasan pemikiran, terkadang kita membatasi diri pada topik yang kita ketahui. Kita menulis hanya pada ruang lingkup yang membuat kita ‘nyaman’. Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut membuat kita stagnan dan tidak bisa mengembangkan diri.

Belajar hal baru adalah kunci untuk membuka cakrawala kita. Akan banyak ide yang bergulir jika ‘wadah’ dalam diri diperluas. Bila kita merasa tak kompeten dalam bidang sastra, itu berarti mulai sekarang kita mesti memperbanyak bacaan sastra. Bila kita sama sekali buta filsafat, itu berarti mulai sekarang kita  harus memperkaya kosa kata bijak dari para pendahulu.

 

  1. Kehabisan Ide.

Terkadang, saat berada di depan layar Komputer, atau saat sudah memegang pena dan kertas, hujan ide yang tadi deras datangnya, seolah lenyap tiba-tiba.

Bagaimana mengatasinya?

a.       Rekam ulang memori, sambil memejamkan mata, merekontruksi apa yang pernah terlintas dalam benak.

b.      Baca kembali KATA KUNCI yang telah ditulis/dicatat sebelumnya. (saat hujan ide datang, segeralah mencatat ide-ide penting, yang menarik minat).

c.       Lakukan Icebreaking dengan cara :

Blogwalking:  membaca bahan atau cerita hasil karya orang lain,

Searching gambar-gambar yang berkenaan dengan ide yang akan ditulis, untuk menguatkan daya imajinasi.

* Putar musik yang sesuai dengan selera! Bila tulisan kita sifatnya menggugah semangat, putar musik yang agak menghentak. Bila tulisan kita sifatnya kontemplasi/perenungan, putar musik dengan irama pelan.

 

Selamat Mencoba…!!!

http://motivasik.multiply.com/journal/item/19

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s